Sekolah Akreditasi Yang Bagus Tidak Menjamin Keamanan Anak Pada Tindakan Bullying

banner 468x60

REPUBLIKBERITA.CO.ID., BANJARBARU – Semua orang tua yang mempunyai anak tentu sangat menginginkan buah hatinya  untuk menjadi orang terbaik dikemudian hari. 

Salah satu upaya agar semua itu tercapai tentu orang tua akan memberikan  pendidikan yang terbaik untuk anaknya. 

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Tidak sedikit orang akan menyekolahkan anaknya di tempat yang unggul dan dinilai pas untuk anak. Meskipun biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. 

Tujuannya tiada lain agar sibuah hati bisa mendapatkan pembelajaran yang nyaman dan pasti sekolah yang tidak ada kegaduhan. 

Namun meskipun sekolah itu ditarif dengan biaya mahal, dan sudah mendapatkan predikat unggul ternyata tidak menjamin  pengawasannya bagus.

Pernyataan itu disampaiakan lantaran ada beberapa anak yang bersekolah di Yayasan Anawi, SD Sanjaya Kota Banjarbaru mengalami tindakan bullying. 

Menurut pengakuan dari salah satu orang  tua murid Siska yang anaknya kena bullying bahwa persoalan itu tidak hanya terjadi sekali. 

“Saya berani menyampaikan pada publik lantaran tindakan bullying yang terjadi pada anak saya sudah sangat sering,” ungkapnya.

Sebenarnya dirinya enggan membesarkan  masalah ini apalagi menyampaikan pada publik, namun dikarenakan pihak sekolah seakan-akan tidak serius menanggapi masalah ini dengan dan seakan-akan menyepelekannya. 

“Saya geram karena bullying ini sebenarnya  bisa menjadi penyakit mental kepada anak-anak, apalagi anak saya sudah banyak luka bahkan mata anak saya sampai kabur karena ditonjok salah satu temannya disekolah,” jelasnya. 

Dirinya tersebut membeberkan bahwa tujuan disekolahkannya anak mereka di  yayasan anawi yakni SD Sanjaya

berakreditasi A tersebut agar mendapatkan kemanann dan pendidikan yang berkualitas

“Meskipun dalam satu semester biaya SPP minimal mencapai Rp 400 ribu per bulan hal itu tidak masalah asalkan anak  dapat bersekolah dengan nyaman tidak ada bullying,” 

Dengan adanya masalah ini Ibu tersebut sudah melaporkan kepada bagian Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan. 

“Tujuan saya melaporkan masalah ini kepada dinas terkait agar tidak ada lagi anak-anak yang melakukan bullying dan khusus pada para guru yang berada di sekolah bisa lebih menjaga anak-anak didiknya,” bebernya. 

Sebelum mengakhiri ibu tersebut meminta agar masalah bisa diselesaikan dengan seadil-adilnya kepada pelaku pembulian, jangan ada keberpihakan dalam penyelesaian masalah ini. 

“Jangan mentang-mentang yang bersangkutan dekat dengan pihak yayasan lalu dibela, ini bahaya tentunya kedepan karena akan ada kesewenang-wenangan. Saya juga jangan dianggap menjelekkan sekolah, ini tentu hanya sebagai pembelajaran agar kedepannya sekolah bisa bijak menanggapi masalah seperti ini dan cepat tanggap jangan ada korban dulu, baru meminta maaf dan mengakui kesalah bahwa lalai dalam menjaga muridnya,” harapnya. 

Mudahan mudahan dengan terkuaknya masalah ini orang tua yang juga anaknya mendapatkan perbuatan bullying bisa menyampaikannya. 

“Saya berharap orang tua yang lain bisa berbicara jangan sampai ada korban, baru ada tindakan entah itu sekolah maupun dinas terkait.” Akhirnya

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *