REPUBLIKBERITA.INFO, MARTAPURA – Bupati Banjar H. Saidi Mansyur menginstruksikan PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar (Perseroda) untuk segera mengambil langkah cepat dan terukur dalam menangani gangguan distribusi air bersih yang terjadi di wilayah Kecamatan Tatah Makmur dan sekitarnya.
Bupati menegaskan bahwa pelayanan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh terhambat dalam kondisi apa pun.
“Pelayanan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dijaga. Saya minta agar permasalahan ini segera ditangani dan suplai air bisa kembali lancar,” tegas Bupati Banjar.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, PTAM Intan Banjar langsung bergerak cepat melakukan penelusuran teknis di lapangan untuk mengidentifikasi penyebab gangguan distribusi air. Sejumlah faktor yang menjadi fokus pemeriksaan antara lain penurunan tekanan jaringan, potensi gangguan pada sistem distribusi, hingga kendala teknis lain yang memengaruhi kelancaran aliran air.
Direktur Utama PTAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama saat ini adalah keterbatasan kapasitas suplai dari sumber intake yang ada.
Selama ini, wilayah terdampak disuplai melalui intake Jalan Gubernur Syarkawi dengan kapasitas 500 liter per detik yang melayani sejumlah kecamatan sekaligus.
“Kapasitas water intake 500 liter per detik tersebut harus melayani beberapa wilayah sekaligus, seperti Sungai Tabuk, Kertak Hanyar, Tatah Makmur, Beruntung Baru, dan Aluh-Aluh,” jelasnya.
Menurutnya, cakupan layanan yang sangat luas dari satu sumber utama tersebut menyebabkan distribusi ke wilayah ujung, termasuk Tatah Makmur, kerap mengalami penurunan tekanan.
Sebagai langkah strategis jangka panjang, PTAM Intan Banjar saat ini tengah membangun water intake di wilayah Sungai Tabuk dengan kapasitas 100 liter per detik yang ditargetkan rampung pada September tahun ini.
“Intake tersebut nantinya dikhususkan untuk menyuplai kawasan Sungai Tabuk, sehingga beban dari intake Jalan Gubernur Syarkawi dapat berkurang dan distribusi lebih stabil,” ujar Syaiful.
Dengan beroperasinya intake baru tersebut, pola distribusi akan diatur ulang. Intake Gubernur Syarkawi nantinya akan difokuskan untuk melayani kawasan sepanjang Jalan A. Yani seperti Kertak Hanyar, Tatah Makmur, Aluh-Aluh, dan Beruntung Baru.
“Dengan pemisahan suplai ini, diharapkan distribusi air menjadi lebih optimal karena beban layanan terbagi lebih merata,” tambahnya.
Sementara itu, untuk mengatasi kondisi saat ini, PTAM Intan Banjar melakukan sejumlah langkah darurat, seperti optimalisasi tekanan jaringan, normalisasi aliran distribusi, serta pemeriksaan menyeluruh pada sistem perpipaan.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan suplai tambahan melalui injeksi air menggunakan tangki dan pendistribusian air bersih dengan mobil tangki ke wilayah terdampak.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat menghubungi:
- Kantor Cabang PTAM Intan Banjar: 0821 5888 0400
- Layanan pengaduan terpusat: 0852 8800 0111
Pemerintah Kabupaten Banjar menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat terkait gangguan layanan air bersih menjadi perhatian serius dan akan ditangani secara cepat, profesional, dan terukur melalui koordinasi lintas teknis.
Pemkab juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta menggunakan kanal resmi pengaduan agar penanganan dapat dilakukan lebih efektif di lapangan.
Gangguan distribusi ini sebelumnya dilaporkan oleh warga RT 05 Desa Thaibah Raya, Kecamatan Tatah Makmur, pada Selasa sekitar pukul 13.50 WITA. Warga mengeluhkan aliran air yang tidak lancar dengan debit yang mengecil dan kerap tersendat, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci.
Pemkab Banjar bersama PTAM Intan Banjar menegaskan komitmen untuk menjaga keberlanjutan layanan air bersih sebagai kebutuhan vital masyarakat, sekaligus mempercepat pemulihan distribusi di wilayah terdampak.









